KOMENTAR TERHADAP PIDATO SBY
TENTANG PANCASILA
Eropa ada yang menganut ekonomi kesejahteraan negara, dulunya kapitalis seperti ajaran Adam Smith dan lain-lain sudah bergeser mengadopsi nilai-nilai sosialisme. Negara dulu benar-benar marxisme telah memahami esensi pasar.
Tapi dalam bingkai keadilan sosial oleh karena itu terhadap semua itu Indonesia sepatutnya tak perlu silau karena kembali kepada apa yang ada di pancasila, ada resep, prinsip dasar dan falsafah ekonomi kita. Kita memilih kesejahteraan berkeadilan sosial.
Sebagai substansi, sebagai penutup, marilah kita terus menjadikan Pancasila sebagai “living ideology” dan “working ideology” yang adaptif, responsif.
Pancasila tentu tidak patut kita perlakukan sebagai dogma kaku, apalagi dikeramatkan karena justru menghalang-halangi Pancasila untuk merespon tantangan jaman baik pada tingkat nasional maupun dunia. Dan itulah nilai terbesar dari Pancasila
ketika kita aktualisasikan untuk.
Pidato yang disampai SBY tentang Bung Karno dan Pancasila . . telah menunjukkan, bahwa SBY adalah figur yang sangat memahami Bung Karno . . apabila bicara Bung Karno . . tidak lepas dari Pancasila . . dan apabila berbicara Pancasila tidak lepas dari Bung Karno . . dan SBY paham bahwa Pancasila masih sangat relevan di Indonesia . . bahkan di dunia Internasional pun, ternyata banyak Negara terutama Negara-negara di benua Eropa, padahal mereka dulu adalah Kapitalis ortodoks ala Adam Smith, ternyata setelah Kalpitalis gagal dalam menyejahterahkan dunia dalam arti kebersamaan antara negara Modern/maju dengan negara sedang berkembang, ada ketidak seimbangan dalam memperleh pendapatan, telah menunjukkan bahwa Kapitalis ortodoks model Adam Smith sudah tidak layak digunakan untuk mensejahterahkan masyarakat Dunia, hanya negara-negara maju saja yang menikmati kue Internasional, sehingga menunjukkan ketimpangan pembagian roti dalam masyarakat Dunia.
Kegagalan Kapitalisme diikuti juga oleh kegagalan Komunisme, dimana Negara-negara Eropah Timur yang dahulu sangat kuat dalam naungan Uni Soviet . . terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil, bahkan Uni Soviet sendiri telah terbecah-pecah menjadi banyak Negara yang tentu saja jauh lebih kecil dari Uni Soviet . . demikian pula di negara-negar Komunis lainnya juga timbul pergeseran nilai yang mana pada saat paham Komunis menjadi dasar negar yang tidak bisa diganggu gugat, semua kegiatan ekonomi dikontrol negara . . maka setelah paham Komunis gagal mensejahterahkan rakyatnya, Negara atas nama Pemerintah telah memberikan kesempatan perorangan yaitu pemilik modal untuk mengembangkan dirinya, seperti yang terjadi di Republik Rakyat Tiongkok (China), artinya di Negara-negara yang masih menganut paham Komunis pun telah terjadi pergeseran nilai, dengan tujuan mensejahterkan masyarakatnya.
Karena kegagalan tersebut, maka Eropa mulai menggunakan Prinsip ekonomi kesejahteraan Negara, dimana Negara-negara yang dahulunya Kapitalis yang menabukan negara ikut campur tangan dalam menangani perekonomian, sekarang Negara Eropa sebagai penganut paham Kapitalispun, mulai ada pergeseran nilai, yaitu Negara mulai ikut campur tangan dalam bidang penataan ekonomi, termasuk AS., dimana Negara AS., sendiri, Negara dibawah Kepemimpinan Obama, sebagai Presiden AS., mulai ikut campur dalam melakukan reformasi di Wall Street, dengan tujuan mensejahterakan masyarakatnya
Dari apa yang disampaikan SBY., bahwa Pancasila yang digali Bung Karno, melalui nilai-nilai yang ada di Bumi Indonesia, ternyata masih sangat relevan dengan revisi-revisi yang dilakukan baik oleh negara Kapitalisme maupun Negara Komunisme, seperti Revisi yang dilakukan di Negara-negara penganut Kapitalisme, yang sekarang tidak lagi menabukan Negara ikut campur tangan demi kesejahteraan masyarakatnya maupun revisi yang dilakukan negara dengan paham Komunisme yang tidak lagi menabukan Pemilik modal perorangan untuk ikut berpartisipasi membangun perekonomian Bangsa dan Negara, demi kesejahteraan masyarakatnya.
Dengan adanya kegagalan baik dari Negara Komunisme maupun negara Kapitalisme, telah menunjukkan Pacasila sebagai sumber inspirasi yang paling bisa diterima, karena Pancasila merupakan Jalan tengah baik bagi Negara penganut faham Komunisme, maupun negara penganut faham Kapitalisme, dan Pancasila merupakan yang semestinya tidak bertentangan dengan Komunisme maupun Kapitalisme, namun Pancasila bukanlah Komunisme dan sekaligus juga bukan Kapitaslime, sehingga sangat pantas apabila Pancasila dijadikan Falsafah dan Dasar Negara Republik Indonesia
Disadur dari komentar saya terhadap pidato SBY tanggal 1 Juni 2010 tentang Pancasila . . di INDONESIA Berpikir
Surabaya, 23 Juni 2010
Slamet Julianto (Cak Bagong)
0 Tanggapan ke “KOMENTAR TERHADAP PIDATO SBY TENTANG PANCASILA”