CINA DENGAN IDEOLOGI KOMUNIS
GAYA KEKAISARAN CINA KUNO
Dalam pandangan saya China, meskipun kelihatannya menggunakan faham atau ideologi Komunisme dalam sistem pemerintahannya dan kelihatannya melaksanakan dan mengembangkan perekonomiannya dengan faham kapitalisme, namun apabila kita amati dengan seksama model pemerintahannya dan sekaligus model pengembangan ekonominya, justru china menggunakan model kerajaan-kerajaan lama, seperti jaman kerajaan Han, Ming, maupun kerajaan Sung.
Pemerintahan China sekarang meskipun kelihatannya menggunakan model Komunis, namun faham Komunis yang mengalami pergeseran nilai, bukan lagi menggunakan faham Komunis model Mao Tse Tung yang kaku, tapi sudah mulai ada pergeseran nilai menggunakan faham Komunis yang luwes, sesuai dengan budaya China sendiri, dimana Pemerintahan China bisa berkembang menjadi imperium besar ketika dibawah Raja-raja besar seperti Kaisar Yung Lo dari Dinasty Ming., sebagai contoh dalam melakukan pengambilan Keputusan ditentukan oleh figur yang menonjol yaitu Presiden China atau Sekretaris Jendral PKC, dan tidak ditentukan oleh Anggota Dewan Komite Central PKC, sebab anggota Dewan Komite Central PKC, pada saat sekarang di Pemerintahan China, cenderung formalitas, sama halnya dengan jaman kerajaan Dinasty Ming dan lain sebagainya, setiap pengambilan keputusan ditetapkan oleh Putusan Raja.
Demikian pula model pengembangan perekonomian di RRC., lebih ditentukan oleh para cerdik pandainya (intelektualnya) yang memberkan kesempatan kepada individu-individu yang mampu dan mengerti tentang perdagangan, model pengembangan perekonomian seperti itu, sebenarnya adalah pola-pola lama yang terjadi di jaman Kerajaan Wei, Han, Ming atau dinasty Sung, dimana Raja-raja kerajaan tersebut, rata-rata mempunyai penasehat-penasehat atau ahli filsafat yang mumpuni, seperti Pujangga Shun Tzu yang menjadi Penasehat Liu Be dan lain sebagainya, dan yang paling mencolok adalah sifat Nasionalistis (apabila tidak boleh dikatakan Chauvinistis) masyarakat China terhadap budayanya, sangat jelas terlihat, apabila masyarakat China baik yang ada di Negeri China sendiri maupun di luar Negeri China, mulai dari Rakyat jelata sampai pejabat Negara (bahkan menjadi pejabat di negara lainpun, cinta terhadap budaya Chinanya masih sangat kental, meskipun darah Chinanya hanya 25 %).
Bedanya antara Pemerintahan China Komunis sekarang dengan pemerintahan Kerajaan, adalah terletak pada sipa yang dipercaya menjadi Pemimpin tunggal Pengambil Keputusan, apabila jaman kerajaan Pengambil Keputusan adalah keluarga Raja atau turunan Raja atau saudara-saudara Raja (Status Quo), sedangkan pada saat sekarang dalam Pemerintahan paham Komunis, Pengambil Keputusan adalah mereka yang dipilih oleh anggota Komite Central, yaitu para elite Partai Komunis China.
Faktor kecintaan terhadap budaya inilah yang menjadi perekat yang sangat kuat untuk membangun Pemerintahan China yang kuat di dunia, apabila tidak bisa dikatakan dengan istilah membangun Imperium China yang perkasa, jadi meskipun Pemerintahan China kelihatannya seperti negara yang berpaham pada Ideologi Komunis, namun pada dasarnya dalam melaksanakan Pemerintahannya dan melaksanakan strategi ekonomi masih berdasarkan POLA LAMA JAMAN KERAJAAN YANG DISESUAIKAN DENGAN SITUASI DAN KONDISI SAAT SEKARANG.
Dengan paham ideologi Komunis yang disesuaikan dengan pola pemerintahan model jaman kerajaan kuno di China, maka tentu saja para korban dari Tiananmen, tidak mungkin akan dipedulikan atau diungkit, sebab demi kebesaran Bangsa China agar menjadi Bangsa besar di dunia, maka bagi mereka korban Tiananmen tidaklah harus dibesar-besarkan, bahkan keluarga dekat dari para korban rela tidak mempersoalkan hal itu demi kejayaan Bangsa China di dunia.
Dengan merelakan keluarganya untuk kebesaran Bangsa China, maka masyarakat China sangat terlihat jelas mempunyai jiwa Nasionalis yang sangat kuat (bahkan cenderung Chauvinistis), sehingga sangat pas dan sangat tepat, bahwa masyarakat China di Negeri China sangat membenci Korupsi, karena mereka memahami bahwa korupsi akan menghancurkan sendi-sendi negara, bahkan mereka sangat bisa bekerja sama yang mirip nepotisme, namun dengan tujuan membangun bangsanya, bukan dengan niat melakukan korupsi, tapi dalam kerja sama memberantas korupsi, sehingga dengan mudah Pemerintah China memberantas korupsi.
Dengan melihat beberapa hal tersebut diatas, maka jangka pendek atau jangka lama, dengan perhitungan masyarakat China masih tetap mencintai Budaya Bangsanya dan mencintai Bangsanya, maka suatu ketika Bangsa China akan menjadi imperium tunggal di dunia, dan apabila hal itu terjadi hegemoni tersebut akan berlangsung sebagaimana hegemoni masyarakat Romawi pada waktu dulu
Disadur dari komentar saya di Indonesia berpikir
0 Tanggapan ke “CINA DENGAN IDEOLOGI KOMUNIS GAYA KEKAISARAN CINA KUNO”