Arsip untuk Juni 23rd, 2010

23
Jun
10

Komentar saya terhadap Sri Mulyani dan BJ Habibie adalah alasan untuk tidak mencintai Indonesia di Blognya mistertrasmianto

sebenarnya saya pun sangat jengkel . . dahulu ketika rakyat dikebiri oleh Rezim Suharto . . ada alasan saya untuk mencintai Indonesia . . karena dikuasai Sang Otoriter . . alasan saya mencintai Indonesia . . ikut bersama-sama sebagian besar Rakyat Indonesia melawan Rezim Suharto . . omong sombongnya berjuang menegakkan kebenaran dalam satu Barisan reformasi, sekaligus melawan kemunafikan yang sangat membudaya salah satunya adalah “Ucapan sendiko Dawuh yang diimplementasikan Mohon Petunjuk”, artinya dulu rakyat sipil munduk-munduk . . tidak ada yang berani nongol meskipun perutnya lapar . . jaman berubah Rezim Suharto akhirnya runtuh juga, meskipun sudah mengakar begitu lama selama 32 (tiga puluh dua) tahun . . Negara menjadi Demokrasi . . orang-orang laparpun berani berbicara . . bahkan orang-orang yang kekenyangan pun berani bicara . . apalagi bila cita-cita atau harapannya tidak kesampaian . . Presiden pun dicela dan dinista, walaupun belum tentu salah . . apalagi hanya Ketua RW seperti saya . . tidak ada artinya apa-apa . . semua orang bicara tanpa dipikirkan akibatnya “apa yang dibicarakan itu benar adanya atau sekedar fitnah . . mereka berkata : persetan tidak ada urusan salah atau benar yang penting cita-citaku kesampaian . . biar yang lainnya jungkir balik tidak karuan . . aku tidak ada urusan . . yang penting aku sampai ke tujuan”

Semua orang sudah tidak lagi sekedar munafik dan tidak sekedar bisa menipu saja . . tapi sudah naik tingkatanya menjadi yang disebut mbegendeng (mohon maaf karena tidak ada ungkapan atau kalimat yang sopan untuk mengilustrasikan apa yang saya sampaikan . . sehingga muncul istilah Mbegendeng yang saya anggap pas dengan sifat oknum-oknum politikus sekarang) . .

Saya sangat jengkel dan muak dengan mereka yang mbegendeng . . karena saya yakin, bahwa mereka yang mbegendeng tahu persis apabila mereka mbegendeng . . mereka tidak peduli dan tidak mau tahu dengan sikap mereka yang mbegendeng, malahan sikap yang mbegendeng tersebut dalam hari demi hari dipelihara dan ditingkatkan oleh mereka agar tidak hanya mbegendeng saja . . tapi ditambah dengan sikap rakus dan tidak tahu malu . . tujuannya adalah untuk mempertahankan menjadi pejabat mbegendeng yang tidak ada tandingnya, sehingga tetap mempertahankan jabatannya menjadi pejabat yang mbegendeng.

Dengan melihat hal seperti itu . . lama kelamaan saya juga jengkel menjadi warga negara Indonesia, mengapa saya harus dilahirkan di Negaranya orang-orang mbegendeng . . namun apa mau dikata saya sudah terlanjur lahir di Indonesia . . untuk pindah kenegara lain . . saya tidak punya beaya . . namun masih ada hal-hal tertentu yang membuat saya masih tetap ingin tinggal di Indonesia . . pertama masih ada saudara . . kerabat . . dan sahabat-sahabat yang berbudi luhur dan jujur serta masih ingin mengabdi kepada masyarakat yang papa . . Kedua masih ada harapan untuk melihat mereka-mereka yang mbegendeng diteriaki massa dan dianggap sampah . .lalu mereka ketakutan dan jadi gendeng benaran.

karena masih ada dua hal tersebut yang membuat saya tetap ingin menjadi Warga Negara Indonesia, maka saya dan sahabat-sahabat saya (kalau bisa anda-anda semua yang tidak mbegendeng) harus turut berdoa agar supaya oknum-oknum pejabat Mbegendeng cepat-cepat di adili segera oleh ALLAH SWT, entah diberi penyakit aneh yang tidak ada obatnya, sehingga tidak mbegendeng lagi . . YA ALLAH dengarkanlah dan kabulkanlah doa ku ini . . sehingga Saya dan sahabat-sahabat semua yang tidak mbegendeng tetap kerasan tinggal di Bumi Indonesia Tercinta . . AMIEN-AMIEN YA ROBBAL ALAMIEN

dicopy paste dari komentar saya terhadap Sri Mulyani dan BJ. Habibie adalah alasan untuk tidak mencintai Indonesia di Blog mistertrasmianto

23
Jun
10

CINA DENGAN IDEOLOGI KOMUNIS GAYA KEKAISARAN CINA KUNO

CINA DENGAN IDEOLOGI KOMUNIS

GAYA KEKAISARAN CINA KUNO

Dalam pandangan saya China, meskipun kelihatannya menggunakan faham atau ideologi Komunisme dalam sistem pemerintahannya dan kelihatannya  melaksanakan dan mengembangkan perekonomiannya  dengan faham kapitalisme, namun apabila kita amati dengan seksama model pemerintahannya dan sekaligus model pengembangan ekonominya, justru china menggunakan model kerajaan-kerajaan lama, seperti jaman kerajaan Han, Ming, maupun kerajaan Sung.

Pemerintahan China sekarang meskipun kelihatannya menggunakan model Komunis, namun faham Komunis yang mengalami pergeseran nilai, bukan lagi menggunakan faham Komunis model Mao Tse Tung yang kaku, tapi sudah mulai ada pergeseran nilai menggunakan faham Komunis yang luwes, sesuai dengan budaya China sendiri, dimana Pemerintahan China bisa berkembang menjadi imperium besar ketika dibawah Raja-raja besar seperti Kaisar Yung Lo dari Dinasty Ming., sebagai contoh dalam melakukan pengambilan Keputusan ditentukan oleh figur yang menonjol yaitu Presiden China atau Sekretaris Jendral PKC, dan tidak ditentukan oleh Anggota Dewan Komite Central PKC, sebab anggota Dewan Komite Central PKC, pada saat sekarang di Pemerintahan China, cenderung formalitas, sama halnya dengan jaman kerajaan Dinasty Ming dan lain sebagainya, setiap pengambilan keputusan ditetapkan oleh Putusan Raja.

Demikian pula model pengembangan perekonomian di RRC., lebih ditentukan oleh para cerdik pandainya (intelektualnya) yang memberkan kesempatan kepada individu-individu yang mampu dan mengerti tentang perdagangan, model pengembangan perekonomian seperti itu, sebenarnya adalah pola-pola lama yang terjadi di jaman Kerajaan Wei, Han, Ming atau dinasty Sung, dimana Raja-raja kerajaan tersebut, rata-rata mempunyai penasehat-penasehat atau ahli filsafat yang mumpuni, seperti Pujangga Shun Tzu yang menjadi Penasehat Liu Be dan lain sebagainya, dan yang paling mencolok adalah sifat Nasionalistis (apabila tidak boleh dikatakan Chauvinistis) masyarakat China terhadap budayanya, sangat jelas terlihat, apabila masyarakat China baik yang ada di Negeri China sendiri maupun di luar Negeri China, mulai dari Rakyat jelata sampai pejabat Negara (bahkan menjadi pejabat di negara lainpun, cinta terhadap budaya Chinanya masih sangat kental, meskipun darah Chinanya hanya 25 %).

Bedanya antara Pemerintahan China Komunis sekarang dengan pemerintahan Kerajaan, adalah terletak pada sipa yang dipercaya menjadi Pemimpin tunggal Pengambil Keputusan, apabila jaman kerajaan Pengambil Keputusan adalah keluarga Raja atau turunan Raja atau saudara-saudara Raja (Status Quo), sedangkan pada saat sekarang dalam Pemerintahan paham Komunis, Pengambil Keputusan adalah mereka yang dipilih oleh anggota Komite Central, yaitu para elite Partai Komunis China.

Faktor kecintaan terhadap budaya inilah yang menjadi perekat yang sangat kuat untuk membangun Pemerintahan China yang kuat di dunia, apabila tidak bisa dikatakan dengan istilah membangun Imperium China yang perkasa, jadi meskipun Pemerintahan China kelihatannya seperti negara yang berpaham pada Ideologi Komunis, namun pada dasarnya dalam melaksanakan Pemerintahannya dan melaksanakan strategi ekonomi masih berdasarkan POLA LAMA JAMAN KERAJAAN YANG DISESUAIKAN DENGAN SITUASI DAN KONDISI SAAT SEKARANG.

Dengan paham ideologi Komunis yang disesuaikan dengan pola pemerintahan model jaman kerajaan kuno di China, maka tentu saja para korban dari Tiananmen, tidak mungkin akan dipedulikan atau diungkit, sebab demi kebesaran Bangsa China agar menjadi Bangsa besar di dunia, maka bagi mereka korban Tiananmen tidaklah harus dibesar-besarkan, bahkan keluarga dekat dari para korban rela tidak  mempersoalkan hal itu demi kejayaan Bangsa China di dunia.

Dengan merelakan keluarganya untuk kebesaran Bangsa China, maka masyarakat China sangat terlihat jelas mempunyai jiwa Nasionalis yang sangat kuat (bahkan cenderung Chauvinistis), sehingga sangat pas dan sangat tepat, bahwa masyarakat China di Negeri China sangat membenci Korupsi, karena mereka memahami bahwa korupsi akan menghancurkan sendi-sendi negara, bahkan mereka sangat bisa bekerja sama yang mirip nepotisme, namun dengan tujuan membangun bangsanya, bukan dengan niat melakukan korupsi, tapi dalam kerja sama memberantas korupsi, sehingga dengan mudah Pemerintah China memberantas korupsi.

Dengan melihat beberapa hal tersebut diatas, maka jangka pendek atau jangka lama, dengan perhitungan masyarakat China masih tetap mencintai Budaya Bangsanya dan mencintai Bangsanya, maka suatu ketika Bangsa China akan menjadi imperium tunggal di dunia, dan apabila hal itu terjadi hegemoni tersebut akan berlangsung sebagaimana hegemoni masyarakat Romawi pada waktu dulu

Disadur dari komentar saya di Indonesia berpikir




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.